Tentang kami
Menerbitkan Gagasan, Menumbuhkan Perubahan
Sejarah singkat
Centory Press berawal dari sesuatu yang sederhana: kebiasaan membaca, berdiskusi, dan bertukar gagasan. Dari buku-buku yang dibaca bersama, muncul percakapan tentang berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan, tentang manusia dan masyarakat, iman dan spiritualitas, relasi gender, hingga hubungan manusia dengan alam.
Percakapan tersebut sering kali berlanjut menjadi pertanyaan-pertanyaan yang lebih panjang: Gagasan seperti apa yang perlu dibagikan? Siapa yang perlu membacanya? Dan bagaimana sebuah pemikiran dapat hadir dalam bentuk yang lebih utuh dan dapat diakses oleh lebih banyak orang?
Dari ruang-ruang diskusi tersebut, tumbuh sebuah keyakinan bahwa penerbitan bukan sekadar proses mencetak dan menjual buku. Penerbitan adalah bagian dari perjalanan sebuah gagasan, bagaimana sebuah pemikiran dirawat, disunting, dikemas dengan baik, kemudian dipertemukan dengan pembaca yang tepat. Keyakinan inilah yang kemudian menjadi dasar lahirnya Centory Press.
Kami hadir sebagai penerbit independen yang memberikan ruang bagi karya-karya yang reflektif, kritis, dan relevan dengan kehidupan masyarakat. Fokus kami berada pada sosial-humaniora, teologi & spiritualitas, feminisme & kajian gender, serta ekologi. Kami percaya bahwa bidang-bidang tersebut memiliki peran penting dalam membantu kita memahami dunia, mempertanyakan berbagai persoalan, sekaligus membayangkan kemungkinan-kemungkinan baru.
Dalam perjalanannya, Centory Press membuka diri untuk bekerja bersama penulis pemula, mahasiswa, akademisi, peneliti, aktivis, komunitas, maupun penulis independen yang memiliki gagasan untuk dibagikan. Kami berupaya menghadirkan proses penerbitan yang terjangkau, transparan, dan tetap memperhatikan kualitas editorial maupun visual setiap karya.
Bagi kami, sebuah buku bukanlah akhir dari sebuah tulisan. Buku adalah awal dari sebuah percakapan. Ia dapat mempertemukan pemikiran yang berbeda, membuka perspektif baru, dan menumbuhkan gagasan-gagasan berikutnya.
Karena itu, Centory Press ingin terus menjadi ruang tempat gagasan yang ditulis, dirawat, diterbitkan, dibaca, dan terus bertumbuh.

Visi
Menjadi penerbit independen yang terpercaya dan berpengaruh dalam menghadirkan karya-karya berkualitas di bidang sosial-humaniora, teologi, feminisme, dan ekologi guna memperkaya khazanah pengetahuan serta mendorong terciptanya masyarakat yang kritis, inklusif, dan berkelanjutan.
Misi
- 1.Menerbitkan buku-buku berkualitas dan memiliki value yang tinggi.
- 2.Memberikan ruang bagi penulis, peneliti, akademisi, aktivis, dan pemikir muda untuk mempublikasikan gagasan mereka.
- 3.Mendukung pengembangan budaya literasi dan tradisi intelektual di Indonesia.
- 4.Menyediakan layanan penerbitan yang profesional, terjangkau, dan berorientasi pada kualitas.
- 5.Membangun jaringan kolaborasi dengan komunitas, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, dan lembaga keagamaan.
- 6.Mendorong dialog publik mengenai isu-isu sosial, keagamaan, gender, dan lingkungan melalui publikasi yang bertanggung jawab dan berbasis pengetahuan.
Mengapa Empat Isu?
Kami memilih fokus ini agar dapat membaca setiap naskah dengan lebih serius, memahami konteksnya, dan mempertemukannya dengan pembaca yang tepat.
Bagi kami, fokus bukan batasan, melainkan cara untuk merawat gagasan dengan lebih sungguh-sungguh.
Karena cara kita memperlakukan bumi mencerminkan cara kita memahami kehidupan dan masa depan bersama.
Karena memahami relasi gender berarti memahami bagaimana kuasa, tubuh, dan keadilan bekerja dalam kehidupan sehari-hari.
Karena memahami masyarakat berarti berani membaca bagaimana manusia, negara, budaya, dan kuasa membentuk kehidupan bersama.
Karena cara kita memaknai iman dan yang ilahi turut membentuk cara kita memahami diri, sesama, dan dunia.
Testimoni Penulis
“Pelayanan penerbitan sangat membantu dan prosesnya jelas. Hasil bukunya berkualitas baik.”
“Tim responsif dan saran redaksinya sangat berguna. Sangat direkomendasikan.”
“Membantu mewujudkan naskah menjadi buku dengan baik. Pengalaman yang menyenangkan.”
“Proses penyuntingan rapi dan komunikatif. Saya merasa naskah saya benar benar dibaca.”
“Dari desain sampul sampai cetak, semuanya dikerjakan dengan teliti dan tepat waktu.”